Rahmat Mirzani Djausal
Jihan Nurlela Chalim
Example 728x250
Kata Berita

Refky Minta Tokoh Adat dan Masyarakat Semende Abaikan Kelompok Yang Minta Jokowi Diberi Gelar Adat “MERAJE”

2
×

Refky Minta Tokoh Adat dan Masyarakat Semende Abaikan Kelompok Yang Minta Jokowi Diberi Gelar Adat “MERAJE”

Sebarkan artikel ini
oppo_1027
exspaper.com

LAMPUNG – Seorang aktivis pemuda berdarah Suku Semende, Refky Rinaldy, S.Sos, mengecam keras dan mengajak seluruh elemen masyarakat adat Semende untuk menolak rencana pemberian gelar adat Semende sebagai “MERAJE” kepada Presiden RI ke-7, Ir. Joko Widodo. Ajakan ini ia sampaikan kepada Dewan Pembina Adat Semende, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga seluruh masyarakat suku Semende baik di Kabupaten Muara Enim, di Provinsi Lampung maupun di seluruh Bumi Indonesia Raya ini.

Menurut Refky, rencana tersebut dinilai tidak memiliki dasar yang jelas dan berpotensi mencederai kesakralan adat Semende apabila dikaitkan dengan kepentingan Oknum dan politik tertentu, terlebih jika prosesnya berada di luar tata cara adat istiadat yang berlaku.

“Saya atas nama leluhur, nenek moyang suku Semende, tidak akan pernah rela jika tatanan adat suku Semende ini diperlakukan tidak hormat, dengan rencana pemberian gelar adat kepada orang yang dalam istilah suku kami sudah ‘beda tutuwan’ atau berbeda garis keturunan, adat istiadat maupun budaya tidak boleh dibuat seperti ini,” ujar Refky.

Refky menyebut dirinya merasa terganggu dengan rencana tersebut, yang menurutnya diusulkan oleh sekelompok orang dengan embel-embel salah satu partai politik. Ia menegaskan posisinya sebagai anak dari seorang bergelar Meraje sekaligus anak dari Tunggu Tubang suku Semende, sehingga menilai kedudukan adat tersebut merupakan sesuatu yang sakral dan tidak boleh diperlakukan sembarangan.

Ia pun mendesak pihak-pihak yang memiliki rencana tersebut untuk membatalkannya sebelum menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat adat Semende.

“Saya juga meminta kepada pihak-pihak tertentu yang memiliki rencana dan niat tersebut agar segera membatalkannya sebelum persoalan ini menimbulkan konflik berkepanjangan. Dan kepada Bapak Joko Widodo yang saya hormati, tolong agar tidak menggubris rencana pemberian gelar adat Semende kepada dirinya, demi menjaga harkat dan martabat suku Semende,” tegasnya.

Refky menambahkan, apabila rencana tersebut tetap dipaksakan, ia memastikan akan mengambil langkah-langkah yang lebih masif dan menjadikan persoalan ini sebagai perkara besar di kemudian hari.

Refky Rinaldy dikenal sebagai aktivis muda yang cukup eksis di Provinsi Lampung. Ia merupakan pemuda berdarah asli Semende, putra dari pasangan Alm. Helmin (Bergelar Meraje) dan Almh. Samsil Hidayah (Bergelar Tunggu Tubang).

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Dewan Pembina Adat Semende, pihak yang menginisiasi, maupun dari pihak Joko Widodo terkait rencana pemberian gelar adat tersebut. (Red)