Keraguan beberapa orang yang disampaikan selama ini, bahwa Prabowo masih dalam bayang-bayang kekuasaan Jokowi, juga terjawab dengan lugas dengan ditangkapnya Noel dan Nadiem.
Prifko Yuhady – Sekjen BRIM-08
Setelah Noel yang katanya pernah jadi Ojol di OTT oleh KPK, Nadiem sebagai pendiri Gojek kemudian tak mau kalah bersaing dengan Noel, diapun kemudian menjadi tersangka oleh kejaksaan.
Keduanya sebetulnya punya kemiripan, selain sama-sama merintis karir dari Gojek walaupun beda kasta, mereka juga selama ini terkenal sebagai orang lingkar dalam Jokowi yang seolah muncul tiba-tiba dari perut bumi dan dalam waktu singkat mampu menjadi mentri dan wamen..Istilahnya kalau dalam dunia buah-buahan,mereka ini sebetulnya matang karbitan. Baunya busuk saat proses, saat matang rasa manis dan gizinya berkurang.
Mungkin bedanya cuma dari strategi korupsinya saja, kalau noel main korupsi pake HP pembantu yang diumpetin di atep plafon rumah, kalau nadiem pake tekhnologi dan melibatkan staff ahli dari segala ahli.
Kasian pembantu noel, gajinya gak seberapa tapi bersihin rumah noel ampe ke atep-atep. Rajin bener pembantu Noel.
Kasus Noel kalau di runut lebih dalem, mungkin cuma membuat istrinya berapa bulan kedepan harus rela antri beli celana dalem di Tanah Abang, setelah selama ini mampu beli Celana Dalem Branded merk Land Of Crocodile atau Luis Vitton yang katanya mampu menyerap energi negatif.Tapi untuk kasus Nadiem, ini bukan kasus ecek-ecek.
Kalau kejaksaan jeli melakukan penyelidikan, dimulai dari merk barang yang direkomendasikan untuk program TIK di kementrian pendidikan selama ini, maka akan ketahuan para pemilik sahamnya dan kalau penyidikan sudah sampai kepada para pemilik saham, pemain besar selama ini di negeri ini mungkin akan terlihat dan pesan yang disampaikan prabowo selama ini akan semakin diuji dan terang benderang oleh rakyat, bahwa dia tak pernah tunduk dan tak pernah takut kepada koruptor.
Keraguan beberapa orang yang disampaikan selama ini, bahwa Prabowo masih dalam bayang-bayang kekuasaan Jokowi, juga terjawab dengan lugas dengan ditangkapnya Noel dan Nadiem.
Langkahnya mereshufle mentri yang selama ini identik dengan orang Jokowi seperti Budi Arie, Sri Mulyani, juga diberikannya Amnesti kepada Hasto, adalah jawaban dan sinyal nyata bahwa Prabowo selama ini sebetulnya hanya menghormati Jokowi sebagai salah satu pemimpin bangsa ini, sama seperti dia menghormati SBY dan BJ Habibie, bukan karena dia tunduk dan takluk kepada Jokowi.
Dipecatnya Budi Arie juga bisa saja merupakan langkah awal pembuka tabir Mafia Judol yang merajalela di negeri ini. Bila aparat penegak hukum kemudian dikemudian hari memiliki bukti bahwa Budi Arie terlibat dalam Judol dan menerapkan pasal TPPU kepada dirinya, maka penggunaan dananya akan dilacak kepada siapa saja dana itu digelontorkan dan hal ini juga akan sangat berdampak kepada ormas yang selama ini dipimpinnya, kecuali Budi Arie mampu membuktikan sebaliknya.
Semua langkah ini, tentu saja tak di intervensi oleh Prabowo. Dia hanya memberikan sinyal tegas untuk mengizinkan Aparat Penegak Hukum untuk tidak ragu-ragu melakukan langkah-langkah yang wajib diambil dalam memberantas korupsi. Kalau kemudian Riza Chalid, Noel, Nadiem, dan 80 orang koruptor lainnya ditangkap selama masa pemerintahannya, itu hanya bonus.
Lima bulan kedepan, ane yakin, rakyat akan diberikan Prabowo kejutan bonus-bonus lainnya dalam pemberantasan korupsi. Cukup hanya dengan menyimak lebih dalam penanganan kasus Nadiem dan penanganan kasus Judol..Maka rakyat akan bisa melihat bahwa kekuasaan itu tidak kekal abadi.
Ibarat film Titanic, yang dulunya cantik, nanti bisa peot juga.
